Guru MISUKA

Jajaran Guru MI SUKA 2017

MI Sunan Kalijogo

Jumat, 22 Februari 2008

Taqwa dan Orang-orang yang Bertaqwa

Imam Ali bin Abi Tholib

1. Bertakwalah kepada Allah dengan sebagian ketakwaan walaupun - sedikit - dan jadikanlah antara engkau dan Allah penutup - walaupun tipis.

2. Tidaklah dikatakan sedikit. sebuah perbuatan yang disertai dengan ketakwaan. Bagaimana ia dapat dikatakan sedikit, sedangkan ia diterima (di sisi Nya)?

3. Jika engkau tidak diberi kekayaan, maka janganlah sampai tercegah darimu ketakwaan.

4. Wahai hamba hamba Allah, sesungguhnya takwa kepada Allah telah melindungi wali wali Allah dari hal hal yang diharamkan Nya dan menetapkan dalam hati mereka ketakutan kepada Nya. Sehingga, mereka tidak tidur di malam hari (bertahajud) dan haus di siang hari (berpuasa). Mereka memperoleh kesenangan dengan penderitaan, kepuasan dengan haus. Mereka menganggap kematian sebagai hal yang dekat, maka mereka pun bergegas mengerjakan amal (kebajikan).

5. Aku wasiatkan kepada kalian, wahai hamba hamba Allah, dengan takwa kepada Allah, karena sesungguhnya ia tali kekang (kendali) dan tiang penopang. Berpeganglah erat erat dengan talinya dan tetaplah berada dalam hakikat hakikatnya. Bertakwalah kepada Allah dengan ketakwaan orang yang berakal (cerdas), yaitu. Yang menyibukkan hatinya dengan tafakur, yang ketakutannya telah meletihkan badannya, dan tahajud telah menjadikannya terjaga dari sebagian besar waktu tidurnya.

6. Bertakwalah kalian kepada Allah dengan ketakwaan orang yang bila mendengar (ayat ayat Allah atau nasihat), hatinya menjadi khusyuk; bila melakukan perbuatan dosa, dia terus mengakui (bertobat); bila ditakut-takuti (akan siksa Allah), dia cepat beramal; bila diperingatkan, dia cepat cepat (sadar); bila diyakinkan (hatinya), dia terus berbuat baik; bila diberi nasihat, dia terus mengambil nasihat itu; dan bila diingatkan, dia terus waspada.

7. Bertakwalah wahai hamba hamba. Allah dari sisi Dia telah menciptakan kalian untuk beribadah kepada Nya, dan hati hatilah terhadap Nya seukuran Dia telah memperingatkan kalian terhadap diriNya.

8. Allah telah menjadikan sabar sebagai kendaraan keselamatan bagi hamba Nya dan ketakwaan sebagai persiapan kematiannya.

9. Sungguh, sekelompok orang telah mendahului orang orang lain memasuki surga 'Adn, yang mereka ini bukanlah orang orang yang paling banyak shalatnya, puasanya, hajinya, dan umrahnya. Akan tetapi, mereka ini memahami tentang Allah urusan Nya, maka menjadi baiklah ketaatan mereka, lurus ke-wara'-an mereka, dan sempurna keyakinan mereka. Oleh karena itu, mereka mengungguli orang-orang selain mereka dengan kemuliaan dan ketinggian kedudukan mereka.

10. Sesungguhnya wali wali Allah adalah mereka yang memandang batin dunia ketika orang orang memandang lahirnya. Mereka sibuk dengan urusan akhirat ketika orang orang disibukkan dengan urusan dunia. Mereka telah mematikan (kesenangan) dari dunia ini karena mereka khawatir ia akan mematikan mereka. Dan mereka meninggalkan (kesenangan) dunia karena mereka tahu bahwa ia akan meninggalkan mereka.

11. Beruntunglah orang yang mengingat Hari Kebangkitan, beramal untuk (persiapan) dihisab, merasa puas dengan rezeki yang sekadar mencukupinya, dan ridha terhadap (ketetapan) Allah.

12. Sesungguhnya Allah memiliki hamba hamba di bumi, seakan akan mereka melihat penghuni surga dalam surga mereka dan penghuni neraka dalam neraka mereka. Keyakinan dan cahaya cahayanya berkilau dalam wajah mereka. Hati mereka senantiasa diliputi kesedihan. Orang orang merasa aman dari kejahatan mereka jiwa mereka suci. Kebutuhan mereka sedikit. Mereka bersabar dalam hari-hari yang pendek (di dunia) demi kesenangan yang panjang (di akhirat).

Adapun di malam hari, mereka berdiri melaksanakan shalat malam. Air mata mereka bercucuran di pipi mereka. Mereka berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah SWT. Mulut dan hati mereka telah merasakan manisnya bermunajat kepada Allah. Allah telah bersumpah terhadap, diri Nya sendiri dengan keagungan kemuliaan Nya bahwasanya Dia akan mewariskan kepada mereka kedudukan yang tertinggi di tempat yang disenangi di sisi Nya.

Adapun di waktu siang hari, mereka adalah orang orang penyabar dan alim ulama, dan orang orang yang berbakti yang bertakwa. Mereka seperti anak panah (karena kurusnya), yang bila ada orang yang memandang mereka, niscaya dia akan mengatakan, "Mereka adalah orang orang yang sakit," padahal mereka bukanlah orang-orang yang sakit. Atau, dia mengatakan, "Mereka adalah orang-orang yang linglung." Demi hudupku, mereka ini telah dilinglung kan oleh perkara yang besar nan agung.